Blogroll

SELAMAT DATANG DI SDN BABADAN 2 PANGKUR

Jumat, 08 Juni 2012

KURSI RODA UNTUK TONI


Dalam melayani pendidikan kepada peserta didik tidak perlu membedakan antara anak yang satu dengan yang lain termasuk mereka yang mempunyai kekurangan. Karena mereka juga mahkluk Tuhan yang juga perlu kita perhatikan pendidikannya sebagai salah satu aset bangsa Indonesia. Dibimbing dan disayangi agar mereka juga punya hak sama dengan teman yang lain. Oleh karena itu Pendidik perlu memiliki kepekaan sosial terdahap sesama terlebih mereka yang perlu bantuan. Seperti kegiatan di Gugus 02 UPT Dinas Pendidikan Pangkur, agar Pendidik lebih semangat dalam bekerja memberikan pelayanan pendidikan ,melakukan kegiatan tes kesehatan gratis diprakarsai oleh PGRI Pangkur  serta beramal untuk Kursi Roda Toni yang duduk di kelas V SDN Paras 1. Ide kegiatan sosial tersebut atas pendapat Pengawas TK/SD/SDLB yaitu Hj. Siti Amsiyah, M.Pd sebagai pengawas di Gugus 02 UPT Dinas Pendidikan Kec.Pangkur. Kegiatan sosial yang bertajuk Kursi Roda untuk Toni juga untuk kalayak umum mulai tanggal 3-4 juni 2012. (Dokumentasi/Narasi oleh Suwito, S.Pd Guru SDN Babadan 2 Pangkur)
 

PRESTASI SIAGA


Anak sejak kecil perlu dilatih dalam hal kemandirian, sehingga nanti tidak selalu ketergantungan kepada orang tua. Disamping itu juga anak akan belajar dari pengalaman tersebut, yang akhirnya menjadikan anak cerdas dalam menentukan sesuatu. Yang sudah barang tentu melaui bimbingan dari orang tua dan pendidik agar terarah. Sebagai salah satu bentuk kegiatan tersebut dengan mengikuti kegiatan Pramuka, seperti yang telah dilaksanakan oleh Kwarcab Ngawi dengan mengadakan Prestasi Siaga 2012 tanggal 26 Mei 2012 di Supermarket Tiara Ngawi yang dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi. Dalam kegiatan Prestasi Siaga diikuti oleh peserta Siaga seluruh Kwaran di Kabupaten Ngawi termasuk Kwaran Pangkur. (Dokumentasi : Suwito Guru SDN Babadan 2 Pangkur)

MENYULAM


Ujian Sekolah dan Ujian Nasional tahun pelajaran 2011/2012 telah selesai. Untuk menunggu dan memohon agar hasil nilai Ujian Nasional mendapat nilai terbaik/memuaskan serta menunggu pengumuman kelulusan, SD Negeri Babadan 2 Pangkur khususnya kelas VI (enam) mengisi kegiatan dengan menyulam atau membuat taplak meja bagi anak perempuan dan pot/hiasan meja bagi anak laki-laki. Salah satu kegiatan awal menyulam tersebut, tidak begitu saja dilepaskan namun dikasih contoh-contoh cara menyulam yang dibimbing dengan tekun, telaten oleh Ibu Sikem Sumariati, S.Pd. Tujuan bekal menyulam bagi siswa SD Negeri Babadan 2 Pangkur, kelak setelah lulus sekolah nanti peserta didik dapat mengisi kegiatan yang positif dan menghasilkan. Petunjuk serta arahan kegiatan tersebut juga mendapat motivasi dari Kepala Sekolah. (Dokumentasi oleh Suwito Guru SDN Babadan 2 Pangkur)

OLAHRAGA


Perkembangan tubuh peserta didik perlu dibentuk sejak awal, disamping juga membuat badan menjadi sehat. Salah satunya dengan pemberian materi pelajaran Olah Raga seperti yang dilakukan di SDN Babadan 2 Pangkur dalam atletik dan voli ball. Selain itu juga untuk mencari bibit atau bakat peserta didik dalam cabang Olah Raga lain untuk pembinaan khusus bagi yang memiliki bakat tertentu. (Dokumentasi : Suwito Guru SDN Babadan 2 Pangkur)


Selasa, 08 Mei 2012

BANTUAN KACA MATA


Salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam pendidikan di SD Negeri Babadan 2 Pangkur adalah dengan diberikan bantuan kaca mata yang sangat diperlukan oleh siswa tersebut. Ibnu nama anak tersebut memang memerlukan kaca mata. Hal ini dikarenakan anak tersebut mengalami kesulitan dalam membaca. Harapannya dengan menggunakan kaca mata,  siswa tersebut tidak mengalami kesulitan lagi untuk membaca buku pelajaran. Dengan kata lain siswa tersebut dapat mengikuti prestasi teman-temannya.
Bantuan kaca mata dan cara menggunakan kaca mata langsung dibimbing oleh guru kelasnya yaitu Bapak Tri Agung Pudjo Siswanto dan didampingi oleh Tokoh Desa Babadan sekaligus sebagai Guru Agama di SDN Babadan 2 yaitu Ibu Siti Fauziyah, S.PdI. (Dokumentasi : Suwito,S.Pd Guru SDN Babadan 2)

Senin, 30 April 2012

SENAM PAGI


Siswa siswi SDN Babadan 2 Kec.Pangkur Tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 76 siswa melakukan kegiatan Senam Pagi yang dilaksanakan setiap Jumat pagi sebelum pelajaran yang dipandu oleh Karminto,S.Pd dan pendamping Siti Fauziyah, S.Pd.I. Dengan melaksanakan Senam Pagi peserta dididk diharapkan badan akan menjadi bugar dan sehat serta lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Rasa ngantuk males juga akan hilang setelah mekakukan senam. (Dokumentasi oleh Suwito,S.Pd Guru SDN Babadan 2 Pangkur).

KKG GUGUS 02 PANGKUR


Sebagai salah satu bentuk kegiatan KKG Gugus 02 UPT Dinas Pendidikan Kec.Pangkur adalah mengadakan kegiatan Koreksi Hasil pekerjaan siswa yaitu Ulangan Semester Kelas 6 dan Ujian Sekolah tahun pelajaran 2011/2012. Sebelum pelaksanaan koreksi diawali dengan pengarahan oleh Pengawas TK/SD/SDLB yaitu Dra. Hj.Siti Amsiyah, M.Pd dan menunggui sampai selesai acara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN Paras 1 Kecamatan Pangkur. (Narasi dan Dokumentasi oleh Suwito, S.Pd Guru SDN Babadan 2)


Rabu, 25 April 2012

pramuka


Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pramuka Garuda Siaga Tahun 2011/2012 pada bulan Mei 2012, siswa siswi SDN Babadan 2 mengadakan latihan setiap hari sabtu siang sesudah jam pelajaran selesai yang dibina oleh Kak Tri Agung Pudjo Siswanto dan Kak Suwito, S.Pd. dalam latihan ini meliputi materi-materi lomba yang akan dilombakan dalam pelaksanaan pramuka Garuda Siaga. Materi yang disampaikan tersebut menyesuaikan seperti pada petunjuk dan tetap mengacu pada SKU Siaga yang ada. (Dokemtasi oleh Karminto, S.Pd)

KARTINI KECIL





Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.


Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati pahlawan wanita yaitu RA Kartini. Untuk mengenang jasa RA Kartini, tak ketinggalan juga keluarga besar SDN Babadan 2 Pangkur mengadakan upacara dalam rangka mengenang dan memperingati hari Kartini dengan berpakaian kebaya. Pakaian kebaya merupakan sebagai salah satu bentuk kecintaan akan budaya bangsa Indonesia sendiri khususnya pakaian adat daerah. Upacara berlangsung dengan hikmat, dalam kesempatan kali ini yang bertindak Sebagai Pembina Upacara peringatan hari Kartini adalah Ibu Siti Fauziyah, S.PdI. (Dokumentasi oleh Suwito, S.Pd Guru SDN Babadan 2).






Minggu, 01 April 2012

TIM SEPAK BOLA SDN BABADAN 2 PANGKUR.


SDN BABADAN 2. . . . . . ITU SEKOLAHKU.
SEPAK BOLA . . . . . . . . ITU HOBYKU.
Itulah semangat yang selalu diingat dalam benak peserta didik yang tergabung dalam Tim Sepak Bola SDN Babadan 2 Pangkur di ajang seleksi di Lapangan Pangkur mulai tanggal 6 Maret 2012 sampai 12 Maret 2012. Pada ajang seleksi di Lapangan Pangkur di uji coba dengan SDN Pangkur 2, Tim SDN Babadan 2 mendulang kesuksesan dengan skor 1-0. Kesuksesan Tim Sepak Bola SDN Babadan 2 berkat latihan rutin yang dibimbing oleh Pelatih beserta Pembantu Pelatih SDN Babadan 2 Pangkur. Hal itu juga tidak lepas motivasi dan pemberi semangat dari bapak Suwito, SPd yang turut hadir dalam ajang seleksi Sepak Bola guna menghadapi lomba O2SN yang diadakan di Ngawi tahun 2012. Tim Sepak Bola SDN Babadan 2 memang dibekali jangan takut kalah, jangan saling menyalahkan teman dan jangan minder menghadapi lawan. Terus berlatih dan berlatih jika ingin sukses. Selamat Tim Sepak Bola SDN Babadan 2 Kecamatan Pangkur, semoga Tuhan mengijinkan agar SDN Babadan 2 bangkit kembali. Amiin. Sebagai bentuk kegembiraan kesuksesan Tim Sepak Bola SDN Babadan 2 , minta Foto bersama dengan Pelatih dan Pembantu Pelatih yang didokumentasikan oleh Suwito, SPd.

Selasa, 10 Januari 2012

JAM KERJA GURU

Pekerjaan, jabatan, pangkat bisa diibaratkan sebagai barang titipan sementara yang melekat pada diri manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa. Suatu pekerjaan apapun jenisnya, asalkan dalam bekerja itu dilandasi dengan niat ibadah serta ikhlas tidaklah berat/sulit untuk melaksanakan. Yang sudah barang tentu pekerjaan tadi diridloi Allah S.W.T dan sesuai peraturan pemerintah. Baik itu bekerja sebagai guru SD, guru SMP maupun SMA. Akan ttapi pada kenyataan di lapangan muncul suatu perbedaan antara guru SD dengan guru SMP/SMA tentang jam kerja.
Dikeluarkannya UU No.20/2003 tentang Sisdiknas dan PP No.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, ternyata belum bisa mengurangi sedikit banyak beban jam kerja guru SD. Meskipun kita tahu bahwa jenis-jenis guru itu antara lain guru kelas dan guru mata pelajaran. Akan tetapi bagi jenjang SD penerapan guru kelas untuk semua mata pelajaran dirasa cukup berat, meskipun dikurangi mata pelajaran Agama dan Penjaskes.
Di sinilah terasa sehingga guru SD setiap hari mulai pagi sampai siang kurang lebih 4-5 jam dalam seminggu harus mengajar di depan kelas, tanpa waktu atau hari yang kosong/libur. Terlebih jika di SD jumlah guru sangat kurang atau ada yang tidak hadir. Hamper dipastikan guru SD harus merangkap kelas. Lain halnya dengan guru SMP/SMA yang memakai guru vak. Sudah barang tentu lebih rilek, dan memungkinkan ada hari atau waktu kosong/libur. Dengan kata lain ada hari yang tidak perlu mengajar di kelas dan kalau tidak ada yang hadir kelas akan ada guru piketnya.
Di era sekarang memang guru dituntut lebih professional. Akan tetapi manusia adalah mahkluk biasa yang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Guru SD yang memegang seluruh mata pelajaran, tentu ada hambatan dalam mengajar. Oleh karena guru tersebut belum menguasai/tidak ada minat dan bakat dalam dirinya tentang mata pelajaran tertentu. Sehingga tidak ada jalan lain mata pelajaran yang tidak cocok dengan dirinya akan dikerdilkan/tidak diajarkan sama sekali. Hal ini mengingat wibawa guru takut kalau terjadi kesalahan bahkan ditertawakan oleh siswa. Jika SMP/SMA tidak menjadi persoalan karena guru sudah paham terhadap mata pelajaran yang ditekuninya/menjadi vaknya sesuai bakat dan minatnya.
Sebenarnya untuk ukuran jumlah jam wajib mengajar sesuai dalam Penilaian Angka Kredit, antara guru SD dengan SMP/SMA sebenarnya sama yaitu 24 jam pelajaran. Namun pada kenyataan guru SD mengajar lebih dari itu. Kelebihan jam mengajar sama sekali belum dihargai. Berbeda dengan guru SMP/SMA jika telah terpenuhi 24 jam pelajaran selesai sudah.
Apalagi jika menurut aturan di lingkup pendidikan, hari masuk sekolah itu 6 hari kerja. Yang dengan demikian antara guru SD, SMP dan SMA sebenarnya masuk kerja 6 hari. Selama ini belum pernah mendengar guru SD masik kerja 6 hari, sedang guru SMP/SMA boleh masuk 4 atau 5 hari kerja. Dan kenyataan guru SMP/SMA karena mungkin alasan sudah 24 jam terpenuhi, boleh tidak hadir/libur masuk sekolah. Hal ini membuktikan ada pemisah tentang kedisiplinan guru masuk kerja. Memang tugas guru itu sangat berat guna mencerdaskan anak bangsa. Akan tetapi untuk guru SD tugas yang begitu berat itu, masih ditambah lagi dengan kegiatan administrasi yang begitu banyak. Misalnya mengisi raport, mengisi buku induk dan sebagainya. Semua itu dikerjakan oleh guru kelas, bahkan kalau perlu dikerjakan di luar jam dinas. Hal ini juga belum mendapat perhatian dari pemerintah. Berbeda sekali dengan guru SMP/SMA, kegiatan itu bisa dilakukan oleh tenaga administrasi atau wali kelas. Guru vak tinggal membuat nilai dan menyetorkan kepada petugas administrasi/wali kelas. Bila kita simak aturan yang ada sekarang ini, kalau ditaati betul sebenarnya tidak ada kesenjangan antara guru SD dengan SMP/SMA. Karena dengan adanya jam kosong/hari libur guru SMP/SMA bisa mencari penghasilan tambahan disamping gaji bulanan. Hal inilah yang mencolok, sehingga Pemerintah perlu membenahi sistem kerja guru yang ada antara lain :
  1. Kelebihan jam wajib mengajar bagi guru SD perlu dihargai betul-betul oleh Pemerintah.
  2. Perlu juga dibenahi peraturan tentang kehadiran guru ke sekolah, sehingga tidak ada istilah guru membolos karena sudah tidak mengajar/sudah terpenuhi jam wajib mengajar.
  3. Perlu sekali dibentuk tenaga administrasi di jenjang SD, sehingga sedikit banyak bisa membantu tugas guru dalam administrasi mengajar.
  4. Kalau pemerintah peduli bisa merubah status guru SD yang menjadi guru kelas menjadi guru mata pelajaran, dengan harapan apa yang nanti diajarkan guru sudah cocok dengan bakat dan minat guru itu.



Penulis : Suwito,S.Pd Guru SDN Paras 1, Kec. Pangkur dan telah dimuat di Majalah Bulanan Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur “MEDIA” Edisi Desember 2006 dalam Rubrik Pini Dianta.

Selasa, 03 Januari 2012

Hasil Tulisan

Foto hasil tulisan yang dimuat di Majalah Media Pendidikan Jawa Timur

PENYERAHAN RAPORT


Sebelum liburan semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012, SDN Babadan 2 mengundang orang tua siswa untuk mengambil raport putra-putrinya pada hari Sabtu tanggal 24 Desember 2011 jam 08.00 WIB. Di mana sebelum penyerahan raport ke orangtua terlebih dahulu telah diberi pengarahan agar supaya putra-putri di rumah selama liburan untuk selalu diawasi dalam pergaulan. Selain itu juga untuk selalu diingatkan untuk tetap belajar meskipun masih dalam liburan, agar putra-putrinya tidak lupa dalam pelajaran nanti. Selain itu belajar mengajimya dan sholatnya untuk selalu diingatkan, agar putra-putrinya menjadi anak yang soleh dan solikhah.
Penyerahan raport siswa kepada orang tua selain untuk silahturahmi, juga sebagai ajang komunikasi antara orangtua dengan guru atau sekolah untuk bersama-sama dalam membimbing, membina putra-putrinya selama menempuh pelajaran selama satu semester.

Minggu, 25 Desember 2011

PESTA SIAGA 2011


KEGIATAN PRAMUKA

Ayo Siaga . . . . ayo . . .
Ayo Siaga . . . . ayo . . .
Ayo Siaga berdharma . . .
Siaga turut. . . ayah bundanya . . .
Brani dan tak putus asa. . . .

Add caption
Itulah salah satu lagu yang sering dipersembahkan oleh para Siaga. Seperti dalam kegiatan yang diadakan Kwartir Ranting Pangkur pada 21 Desember 2011 di lapangan Pangkur pada kegiatan Pesta Siaga yang diikuti oleh seluruh Gugus Depan di Kwartir Ranting Pangkur.
Tidak ketinggalan pula SD Negeri Babadan 2 dengan Pembina Gudep yaitu Tri Agung Pudjo Siswanto (Totok) turut andil dalam kegiatan Pesta Siaga yang diikuti oleh 20 peserta yang terdiri 10 Barung Putra dan 10 Barung Putri. Dalam Pesta Siaga kegiatan diikuti antara lain KIM Bau, Meniti Jembatan, Lempar Bom dan masih banyak lagi. Dengan kata lain para peserta sangat senang dan berkesan sekali dalam kegiatan Pesta Siaga tersebut.
Tidak ketinggalan pula Yahda Suwito turut serta menemani para Siaga Gugus Depan SDN Babadan 2 dalam mengikuti kegiatan Pesta Siaga. Kegiatan Pesta Siaga Kwartir Ranting Pangkur dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 14.00 WIB.
(Dokumentasi SDN Babadan 2 : oleh Suwito)

Ekstrakurikuler Komputer


SDN Babadan 2 Kecamatan Pangkur yang jumlah siswanya hanya 76 siswa, berusaha untuk mengikuti perkembangan jaman yang serba modern dan cangkih. Salah satunya peserta didik perlu mengenal dan jika perlu bisa untuk menggunakan alat tersebut. Di antara kegiatan tersebut, SDN Babadan 2 memperkenalkan seperangkat komputer yang dimiliki oleh sekolah meskipun baru 2 unit, untuk digunakan praktek mengetik oleh peserta didik SDN Babadan 2 pada waktu luang seperti setelah pulang sekolah



Peserta didik ternyata sangat senang menggunakan alat itu untuk menulis hasil karyanya dan dimuat di Internet dengan cukup membuka SDN BABADAN 2. Kegiatan peserta didik tersebut didukung oleh Karminto, Paidi serta bimbingan serta motivasi dari bapak Suwito. Harapannya agar peserta didik tidak gagap dalam bidang teknologi khususnya perangkat komputer. (Penulis : Suwito)

KESEHATAN


Kemitraan dengan intansi lain seperti dengan PUSKESMAS PANGKUR dalam kegiatan BIAS di SDN Babadan 2 Kec.Pangkur telah dilakukan  Kegiatan tersebut telah diprogram oleh Dinas Kesehatan dalam hal ini PUSKESMAS Pangkur. Anak didik dalam usia produktif perlu sekali untuk dipantau tentang kesehatannya, agar nantinya menjadi anak yang sehat.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes